Belajar bahasa Jepang dengan cepat! Untuk menemukan cara yang benar, Anda perlu tahu kapan dan bagaimana menggunakan bahasa Jepang formal dan informal. Baik Anda berbicara dengan kenalan baru, teman, penatua, dan sebagainya, orang yang Anda ajak bicara dalam bahasa Jepang membuat perbedaan, dan frasa sederhana dapat terdengar sangat berbeda. Dalam artikel Beginner Japanese ini, Anda akan menemukan tinjauan komprehensif konjugasi kata sifat dan informal. Lihat langsung bagaimana perbedaan kalimat sesederhana, "Tidak mahal" didasarkan pada apakah Anda menggunakan bahasa Jepang formal atau informal. Bagan yang mudah dan kalimat contoh yang berlimpah memastikan Anda akan benar-benar merasa nyaman dengan nuansa bahasa Jepang formal dan informal.

Kosa kata: Dalam artikel ini, Anda akan mempelajari kata dan frasa berikut:

o-baa-chan – "nenek, nenek"

riyakaa – "roda dua roda"

jinrikisha – "becak"

hayai – "cepat, cepat" (-i kata sifat akhir)

kimochi – "perasaan"

noru – "Naik, ambil, naik" (kelas 1 kata kerja)

abunai – "berbahaya" (kata sifat akhir -i)

anzen (na) – "aman, aman" (kata sifat akhiran -na)

soreni – "Selain itu, apalagi"

Tatabahasa: Dalam artikel ini, Anda akan mempelajari kata dan frasa berikut:

Kosakata dan Frase yang Berguna

abunai – "berbahaya"

Orang-orang memanggil Abunai! ketika seseorang dalam bahaya. Frasa ini sesuai dengan "Awas!" atau "Hati-hati!" dalam Bahasa Inggris.

Sebagai contoh:

  1. A, abunai!
      "Hei, hati-hati!"



kimochi ii
– "merasa baik"

  • Kimochi (ga) ii – "merasa baik"
  • Kimochi (ga) warui – "merasa buruk"



omoshiros
– "terlihat menarik"

Saat kata sifat mendahului soo, arti "tampak" ditambahkan.

  • [adjective] + soo = "terlihat …" / "bau …" / "terdengar …," dll.
      Untuk informasi lebih lanjut, lihat Nihongo Doojoo Seri Pemula Musim 4 Bertemu Orangtua: Artikel 7

Pembentukan

i Ending Adjectives:

-i Adjective / Drop –saya dan tambahkan soo

omoshiroi / omoshirosoo

tanoshii / tanoshisoo

kata sifat akhir -na:

-na Adjective / Drop –na dan tambahkan soo

anzen
(na) / anzensoo

benri (na) / benrisoo

Pengecualian!!

ii / yosasoo

Contoh

  1. Kono keeki, oishisoo.
    "Kue ini terlihat enak."
  2. Kimochi yosasoo.
      "Itu terlihat nyaman."

Ulasan tata bahasa

Dalam artikel ini, kita akan belajar lebih banyak tentang pidato formal dan informal dengan meninjau konjugasi kata sifat.

Sebagai contoh:

  1. "Itu tidak mahal."
    Resmi:
    Takaku arimasen.
    Informal: Takakunai.

Seperti yang telah Anda pelajari, ada dua jenis kata sifat dalam bahasa Jepang: -saya mengakhiri kata sifat dan -na mengakhiri kata sifat.

Untuk Informasi Lebih Lanjut tentang:

Penggunaan Kata Sifat Dasar Lihat Nihongo Doojoo Seri Newbie Selamat Datang di Gaya Anda: Artikel 11-15.

Menggabungkan dua atau lebih kata sifat: Lihat Nihongo Doojoo Seri newbie Style You and Beyond: Artikel 15 dan 16.

Pidato Resmi:

Bagian dari pidato / Afirmatif / Negatif

Kata kerja (kelas 1) / kikimasu / kikimasen

Kata sifat(-saya akhir) / takai desu / takakunai desu, takakuarimasen

Adjektiva (tidak teratur) / ii desu / yokunai desu, yokuarimasen

Kata sifat(-na akhir) / anzen desu / anzen janai desu, anzen ja arimasen, anzen dewa arimasen

Kata benda / kuruma desu / kuruma janai desu, kuruma ja arimasen, kuruma dewa arimasen

Pidato Informal:

Bagian dari pidato /
Afirmatif / Negatif

Kata kerja (kelas 1) / kiku / kikanai

Kata kerja (kelas 2) / miru / minai

Kata kerja (kelas 3) / suru / shinai

Kata kerja (kelas 3) / kuru / konai

Adjektiva (-saya akhir) / takai / takakunai

Adjektiva (tidak teratur) / ii / yokunai

Adjektiva (-na akhir) / anzen desu / anzen janai

Kata benda kuruma da / kuruma janai

te Bentuk Kata sifat

Kami menggunakan te bentuk kata sifat untuk menggabungkan dua atau lebih kata sifat.

  • -saya mengakhiri kata sifat: Ganti final –saya dengan –kute

Sebagai contoh:

  1. taka saya menjadi taka kute
  2. omoshiro saya menjadi omoshiro kute
  3. saya saya menjadi yo kute (tidak teratur)
  • -na mengakhiri kata sifat: Tambahkan –de ke bentuk kamus

Sebagai contoh:

  1. anzen menjadi anzen de
  2. benri menjadi benri de

Ulasan

Silakan tulis ulang kalimat-kalimat berikut dalam bentuk informal mereka.

  1. Watashi wa mainichi ongaku atau kikimasu.

  2. Sore wa hyaku-en desu.

  3. Doitsu no kuruma wa takai desu.

  4. Tokyo tidak ada chikatetsu wa benri de anzen desu.

Silakan tulis ulang kalimat-kalimat berikut dalam formulir formal mereka.

  1. Ashita, watashi wa gakkoo ni iku.

  2. Kono keeki wa oishikunai.

  3. Tokyo wa anzende omoshiroi machi da.

  4. Nyuuyooku no chikatetsu wa yasukute benri da.
Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *